Kopi Pahit

pernahkah kamu melihat api yang menyala begitu hebatnya?

ataukah memang kamu yang membumbungkannya?

jangan pernah menjawab pertanyaan seperti itu

karena aku hanya akan memberimu jejak kaki penuh lumpur

dan melintasi padang pasir tanpa fatamorgana

 

lalu sebenarnya apa yang kamu lihat?

kenapa kamu begitu menyukainya?

dan aku juga terbias oleh aroma pegunungan yang membuatmu terpana

dan aku juga yang menganga dibuatnya

oleh sentuhan lembut embun dan awan yang berkelahi

dan jeritan samudra meneriaki tebing-tebing curam

 

kamu melihatku kan?

jangan pernah menjawabnya pula

karena aku akan memberimu kopi pahit

dan memaksamu mengakui kemanisannya

mungkin juga akan kuseduh dengan air setengah mendidih

atau sepenuhnya mendidih?

 

ah, aku lupa

aku bahkan tak tahu kamu suka kopi

atau teh?

es krim mungkin?

dan apa kamu memang ingin minum sesuatu

mungkin ini hanya anggapan tanpa dasar

dan mungkin aku meracau tak karuan

tapi taukah kamu

bahwa aku mengigau di siang bolong

dan memintamu menyeduhkan kopi pahit untukku?

 

mungkin ini berlebihan

dan aku selalu berlebihan memuja polaris

polaris ya?

aku bahkan melupakannya demi kopi pahit

kamu tak tahu itu kan?

 

kopi pahit ya?

iya benar kopi pahit

aku kehilangan pinus muda karenanya

dan kamu hanya tertawa ringkih melihatku berlumuran lumpur

 

kopi pahit itu

dan semua kafein

juga kesombangannya

apa mungkin kamu mengutukku sekarang?

bahkan saat aku benar-benar menyukai kopi pahit itu?

atau kamu cemburu?

ah, jangan konyol

itu hanya kopi pahit

yang rela kutumpahkan ke lantai begitu saja

tapi tak rela ditukar dengan segenggap pasir sekalipun

apa kamu mengerti sekarang?

pasir dan kopi pahit

dan apa lagi?

mungkin kerikil

atau dedaunan

mana yang lebih kamu sukai?

jangan katakan padaku

karena aku tak akan menumpahkan kopi pahit demi secarik keras penuh darah yang kamu genggam itu

karena aku tahu

kamupun akan membubuhkan tanda tanganmu disana

dan memberikannya pada anjing yang menggonggong kepadamu kelak

iya kan?

maka aku akan tetap pada kopi pahitku.

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.