Mungkin kali ini membuat kegaduhan adalah dosa
Dan mungkin kali ini kesunyian adalah anugerah
Lain halnya dengan samudera jingga dengan ombak bertepi puing
Atau bahkan tidak ada?
Lalu mengenali dan mengeja
Membayar penginapan petang
Dan ambisi berteriak dalam
Lalu meninggalkan kenangan
Dan kini semua hanya satu
Satu dari seribu
Seribu dari satu
Tapi saru
Memberi dan merampas
Terpesona dan terperanjat
Serta memukau dan menistakan
Dirimukah?
Kakak dan kakak
Dan dirimu adalah kakak
Bukan Kakak
Dan angin tetap menyerah
Kamu kira ini implikasi?
Atau kamu hanya menganalisa
tapi bumi masih berotasi
Dan matahati mulai berdinamika
Saat batu dan tembok mulai memisahkan tiap jenggal diri mereka
Dan saat permata memulai menyerngit iri kepada grafit
Dan di saat semua hal memhitung kepingan kecemasan masing-masing
Maka aku akan menemuimu
Itu janji
Dan saat itu
Bumi akan berhenti berotasi
Dan angin akan melawan takdir
Ingatlah janji ini
Karena aku akan memegangnya
Seperti saat matahari, bintang, bulan dan bumi saling meniadakan.
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
