Mantra Api

Ketika membiarkan hujan turun

Dan memberikan sesuatu yang mengerikan pada langit yang begitu biru

Muncul satu hal yang menyilaukan

Di balik awan kelabu dengan corak merah muda

Biarkan dia di sana

Jangan diusik

Dia terlelap dan mengerjab di saat bersamaan

Dan berterima kasih

 

Lalu dunia memberinya lillipop hijau dengan ujung tumpul

Membuatnya semakin terpukau pada kebimbangan yang menguasainya

Dan mungkin akan ada hadiah perpisahan dalam acara ini,

Acara ini?

Acara apa?

 

lalu aku berpikir, jika dirimu memberiku sebutir pasir kelabu

Dan membiarkan diriku menelannya

Dan ketika itu aku membuatmu terpukau

Terpukau?

Ah, kamu kadang memang terlalu berlebihan

 

Satu hal yang terlintas sekarang

Aku kembali pada mantra hitam transmutasi yang diberikan padaku

Dan alkemi yang gila itu membuatku semakin terjebak

Semakin aku, semakin dalam, semakin kelam

Dan semakin terlarang

 

Hahaha

Kamu tahu kan kalau aku memang agak nyeleneh?

Tahulah pasti?

Jangan sombong begitu?

Aku tahu pasti kalau kamu tahu?

Jangan sembunyikan lagi

Karena aku sudah terlalu lelah menemukan itu

Biru dan merah muda bukan perpaduan yang baik kan?

Lalu apa maumu?

Aku akan mencoba menyorakinya

Memberikan sebanyak mungkin mantra api

Mantra api yang tengah kamu berikan padaku sekarang

Tapi lebih membara dan lebih diacuhkan

Ironi

 

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.