Sebelumnya aku memang tak begitu menganggap serius beberapa hal mengenai hubungan antar manusia. Aku anggap itu semua hanya basa-basi biasa yang harus aku lakukan sebagai manusia beradab. Ya, sejujurnya aku memang punya beberapa orang yang aku percaya dalam hal seperti ini. Mereka adalah beberapa orang yang menerima kepercayaanku. Mereka sangat menakjubkan. Aku tak perlu banyak bicara mengenai mereka, mereka memang teman yang baik. Dan aku menyukai saat-saat bersama mereka, walaupun sekarang itu sulit sekali untuk direalisasikan lagi. Secara, sekarang kami berada di provinsi yang berbeda dan harus ditempuh dengan 8 jam naik kereta karena kami kuliah di kampus yang berbeda.
anehnya, Sekarang dengan waktu singkat aku menemukan 3 orang yang menurutku cukup tidak logis untuk dijelaskan dengan akal sehat. 3 orang ini, yang baru mengenalku beberapa waktu yang lalu, membuatku berpikir keras untuk menemukan alasan mengapa aku merasa begitu nyaman bersama mereka. Satu hal yang aku yakini, mereka bukanlah teman-teman yang ideal untuk seorang cewek. Hahaha….. memang aneh sih, tapi semua orang yang menerima kepercayaanku memang bukan teman yang ideal untuk cewek (baca: anak manja). Mereka benar-benar memebuatku terkesan dengan segala sikap mereka yang dinamis, blak-blakan dan walaupun begitu mereka tetap mempertahankan karakter mereka. Satu hal yang tak boleh terlewatkan dari mereka bertiga, mereka GILA!
Mereka itu seperti es krim dengan tiga rasa berbeda, Chocochips, Cappucino, dan Blueberry. Rasa ini sih, gara-gara aku beberapa kali beli es krim di KBL (Kantin Barat Laut), tiga rasa yang kusukai. Bukan rasa yang sangat dominan tapi memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk mengubah cita rasa dari es krim itu sendiri. Yummy….
Chocochips, dengan butiran chocolate yang ada di dalamnya mampu mengejutkan beberapa orang dengan ras yang cukup pahit namun dengan selingan rasa manis yang semu. Itulah Bhagas, dengan omongan setajam pedang dia bisa saja menebas segala hal yang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Dia hidup bebas, walau dia menyimpan sesuatu yang tak ingin dia bagi kepadaku atau yang lain. Aku rasa dia punya satu sisi yang sama denganku, jangan bagikan kesedihan kepada orang lain. Ada yang bilang Bhagas itu kacau, berantakan. Itu buat mereka yang belum melihatnya dengan jelas. Tahu apa yang kupikirkan tentang Bhagas? Bhagas itu peduli tapi tak terlihat peduli. Baik tapi tak terlihat baik. Mengerti tapi tak terlihat mengerti. Banyak orang yang salah sangka padanya, tapi sepertinya dia nggak peduli sama sekali. Itulah Bhagas. Aku memang belum pernah bilang ke dia kalau dia keren. Tapi dia benar-benar bisa memaksaku untuk mengatakan itu dengan semua hal yang dia lakukan, dengan semua kejutan yang dia buat.
Cappucino, Pahit, kafein, dan mencengangkan. Aristyo Rahadian Wijaya. Freakin’ Alchemist. Orang yang selalu mengoceh mengenai alkemi dan segala tetek bengeknya, terakhir dia ngoceh masalah tansmutasi. Maniak sains ini memiliki bakat lain untuk membaca karakter orang dan membaca aura orang. Agak ngeri juga kalau orang yang belum mengenal dia tiba-tiba mengetahui hal itu. Orang-orang akan cenderung subjektif terhadap hal semacam itu.Terlepas dari itu semua, dia itu sensitif kalau berhubungan dengan perasaan. Apalagi kalau berurusan dengan yang namanya cewek. Beh, itu salah satu kelemahannya. Dia terlalu naif untuk urusan cewek, dia itu nggak tau kapan menempatkan definisi kesetiannya pada tempat yang benar. Dan aku rasa dia perlu belajar banyak soal masalah seperti ini.Tyo itu pengertian, khususnya untuk temen ceweknya. Dia bisa membuat temennya merasa lebih baik dari keadaan yang cukup terpuruk. Dia selalu mampu untuk mendengarkan segala macam celotehanku yang kadang sama sekali nggak penting. Walaupun semua orang menganggap dia aneh, aku rasa aku akan tetap menganggap dia sebagai salah satu orang yang mau mengerti dan menyadari apa yang dia lakukan selama dia masih bisa melakukannya.
Yang terakhir tapi bukan yang paling akhir, Blueberry. Ami. Delicious dan memukau. Ami itu angin-anginan, sama seperti aku. Dia juga bukan cewek yang terlalu mementingkan sesuatu yang merepotkan. Seorang calon Arsitek masa depan. Hahaha… aku harap dia benar-benar jadi arsitek kelak, pasti seru banget kalau minta tolong dia buat ngonsepin rumahku kelak. Ami teman yang asyik buat diajak ngobrol dan berkeliaran di kampus saat nggak ada kerjaan. Atau pergi ke toko buku bersama. Banyak hal yang terjadi. Dan yang kutahu semuanya menyenangkan. Aku nggak tau apa yang membuatku begitu cepat menerima Ami. Hanya 7 hari. itu fantastis. Fantastis untuk orang seperti aku yang sulit untuk memepercayai orang lain dengan cepat. Padahal semua hal yang mengawali ini adalah prasangka burukku terhadap PROKM ITB 2011. tapi aku tak pernah menyangka akan mendapatkan seseorang yang sanggup mengerti apa yang aku ucapkan dengan waktu sesingkat itu. Tidak semua orang bisa mengerti hal yang kumaksud. Tidak semua orang, mau mendengarkan dan tidak semua orang juga yang mampu memahaminya. Tapi Ami mampu. Sayangnya, dia sering banget galau (Baca:penyakit Maba).
Chocochips, Cappucino, dan Blueberry. Perpaduan yang unik dengan citarasa aneh yang bikin nagih. Apa sih yang mereka punya hingga begitu mudah untuk menerima mereka di dalam hidupku yang serba kacau ini?
Hahaha….. Tapi biarlah, toh aku juga menyukainya …..
Aku nggak akan banyak meminta lebih untuk hal ini. Karena kau tahu, aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, apalagi kelak. Satu hal yang pasti, aku senang bisa mengenal mereka bertiga.
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
